Fakta Mengenai Whitening Injection



Saat sedang menonton sebuah siaran di televisi, seorang komedian menyebut-nyebut soal suntik putih. Wow! Tak disangka, sampai disebut dalam acara televisi. Memang di Indonesia, sedang booming sekali mengenai suntik putih. Hal ini tak lepas dari pengaruh K-pop n Korean Wave yang mempertontonkan artis-artis dengan kulit putih kekuningan, mata bulat besar, bibir penuh, wajah yang mulus dengan make up natural, dan rambut berwarna kecoklatan. Banyak klien suntik putih ini memakai acuan 'ingin putihnya seperti artis Korea'. 

Di sisi lain, banyak juga yang 'menghujat' soal suntik putih ini. Banyak anggapan bahwa suntikan tersebut berbahaya, banyak efek samping, dan berbagai kekuatiran lain. Nah, jadi sebenarnya bagaimana tentang suntik pemutih itu? Menurut pengalaman pribadi saya sebagai salah satu dokter yang berkecimpung di bidang kecantikan, ada beberapa fakta dari berbagai jurnal kedokteran sampai majalah awam mengenai suntik putih yang lebih dikenal sebagai whitening injection.

WHITENING INJECTION MENGUBAH WARNA KULIT?
Banyak orang yang datang kepada saya, meminta warna kulitnya 'diubah'. Dari kuning kecoklatan menjadi putih kekuningan. Apakah memang whitening injection BISA mengubah warna kulit? Tergantung bahan whitening yang dipakai! Secara garis besar, bahan whitening bukan membuat kulit menjadi lebih putih, tetapi lebih cerah. Karena terlihat lebih cerah, otomatis kulit terlihat lebih putih karena gradasi warna yang lebih muda.

Otomatis banyak yang bertanya kepada saya, "Lalu, Michael Jackson gimana tuh?" Bahkan ada ramuan yang bernama MJ (singkatan dari Michael Jackson) karena ramuan ini mengklaim sebagai bahan suntikan yang dipakai Michael Jackson sehingga berubah warna kulit secara drastis. Faktanya, Michael Jackson tidak memakai suntik pemutih, tetapi terkena kelainan kulit yang disebut vitiligo, sehingga mengalami hipopigmentasi (kurangnya pigmen) secara menyeluruh.

BANYAK SEKALI JENIS WHITENING INJECTION
Selama ini, banyak orang mengira suntik putih itu hanya 1 bahan. Nyatanya tidak demikian.

Hal ini dapat diibaratkan dengan jenis obat. Jenis obat paling terkenal adalah antibiotik. Namun di balik kata antibiotik, ada berbagai nama yang keluar. Tidak mungkin seorang dokter menulis kata 'antibiotik' pada resepnya tanpa mengundang pertanyaan apotekernya. "Antibiotik yang mana? Namanya apa?"
Begitu juga dengan suntik putih. Ada berbagai macam bahan yang bisa membantu pencerahan kulit. Namun ada beberapa bahan dasar yang digunakan. Vitamin C dan tationil merupakan rumus dasar, dan biasanya ditambah dengan banyak senyawa lain yang dapat membuat pemakainya menjadi lebih awet muda, kulit bercahaya, tidak kusam, dll. Vitamin C dan tationil pun terdiri dari berbagai macam, dan tidak semua jenis vitamin C dapat memberikan efek pencerah yang optimal.


MENGAPA WHITENING INJECTION SANGAT LAKU?
  • Hal ini disebabkan efek yang dihasilkan merata ke seluruh tubuh, tidak hanya ke wajah ataupun bagian tubuh tertentu. 
  • Praktis, karena tidak perlu membaluri seluruh tubuh dengan krim pemutih setiap hari. Penyuntikan juga tidak memakan waktu lama, berkisar antara 15-30 menit. Jika penyuntikan dilakukan melalui jalur infus, bisa memakan waktu 30 menit-2 jam.

BAHAN WHITENING MERUPAKAN EFEK SAMPING DARI PENGOBATAN!
Awalnya, bahan-bahan seperti vitamin C dan tationil tidak digunakan untuk pencerah. Injeksi vitamin C digunakan untuk pasien pasca operasi untuk mempercepat penyembuhan dan pasien yang mengalami kekurangan vitamin C namun memiliki riwayat gangguan lambung. Sekarang ini, vitamin C injection digunakan sebagai terapi kanker dan dalam tahap riset di negara Eropa dan Amerika. Di sisi lain, tationil digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan hati.

Efek pencerah baru mulai digunakan setelah para klinisi kesehatan yang melakukan pengamatan pada pasien yang diterapi dengan vitamin C atau tationil secara terus menerus, mempunyai warna kulit yang lebih cerah dan terlihat bersinar. Dari situ vitamin C dan tationil digunakan sebagai whitening injection.


BERBAHAYAKAH WHITENING INJECTION?
Sampai sejauh ini, belum ada jurnal yang mengatakan kalau vitamin C dan tationil membahayakan nyawa atau menurunkan kualitas kesehatan. Untuk vitamin C, banyak pendapat yang mengatakan bahwa vitamin C merusak ginjal. Maksud dari pernyataan di atas adalah vitamin C merupakan kontraindikasi bagi penderita batu ginjal karena dapat menyebabkan kambuhnya batu ginjal, karena vitamin C akan mengendap di saluran ginjal bagi orang yang memiliki kondisi ginjal kurang baik. Namun bagi orang yang tidak mempunyai gangguan ginjal, tidak ada masalah dengan konsumsi vitamin C. Di sisi lain, belum ditemukan adanya kontraindikasi terhadap tationil selain terlarang bagi orang yang alergi terhadap senyawa tationil.


BENARKAH INFUS WHITENING LEBIH AMPUH DARIPADA WHITENING INJECTION?
Banyak orang yang mengatakan bahwa infus whitening lebih ampuh daripada whitening injection. Itu adalah anggapan yang salah! Yang menentukan keampuhannya bukanlah infus atau injeksi, melainkan bahan yang dimasukkan. Dosis, komposisi, cara pemasukan, dll menentukan kualitas whitening yang dimasukkan. Memang jika dosis lebih tinggi otomatis efeknya lebih baik, tetapi setiap bahan memiliki dosis maksimal. Jika lebih dari dosis maksimal, dikuatirkan akan terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Pada vitamin C, dosis yang melebihi dosis maksimal akan menyebabkan diare, perut kembung, dan gangguan lainnya. Pada tationil, belum ada teori pasti yang menyatakan dosis maksimal yang diperbolehkan, namun ada beberapa jurnal yang menyatakan bahwa rentang dosis tationil adalah 20-40 mg/kgBB.

KOK KULIT SAYA TIDAK TAMBAH PUTIH, PADAHAL SUDAH MEMAKAI WHITENING INJECTION?
Hal tersebut bisa disebabkan berbagai macam faktor. Pertama, kesadaran diri. Ada orang yang menyadari betul perubahan di setiap ruas tubuhnya sehingga mengetahui perubahan sekecil apapun yang terjadi pada tubuhnya, termasuk kulit. Nah, jenis orang demikian yang akan menyadari keberhasilan whitening injection. Perubahan pada whitening injection terjadi secara bertahap, dan tidak bisa langsung 'berganti kulit'. Semuanya memerlukan proses dan keuletan.

Kedua, tidak ulet. Ada orang yang menginginkan hasil maksimal tetapi jarak suntikannya tidak teratur. Hal ini juga bisa menyebabkan hasil yang tidak optimal.

Ketiga, masih suka berpanas ria di bawah sinar matahari. Prinsip dasar dari proses kerja whitening injection adalah menghambat kerja pigmen dalam menghasilkan zat warna gelap pada kulit. Berpanasan di bawah sinar matahari akan mengaktifkan kembali pigmen tersebut, sehingga bisa dikatakan whitening injection berperang dengan sinar matahari dengan kekuatan yang seimbang, bahkan mungkin saja whitening injection kalah.

Keempat, jenis bahan whitening yang digunakan. Tidak semua bahan whitening memberikan efek pencerah yang optimal. Ada bahan yang digunakan untuk tujuan lain, seperti mampu mengempeskan jerawat, meningkatkan daya tahan dan stamina tubuh, bahkan membuat kulit bersinar, tetapi efek pencerah di dalamnya kurang optimal.


Inilah fakta mengenai whitening injection, sehingga masyarakat awam tidak salah kaprah mengenai suntik ini. Mengenai perlu tidaknya dilakukan suntikan whitening injection, tentunya kembali ke masing-masing individu. Namun ada baiknya jika kita melihat paradigma lain dari bahan whitening injection yang memang digunakan untuk pengobatan tertentu dan meningkatkan kualitas hidup, tidak sebagai bahan pencerah semata.